Sabtu, 13 Februari 2010

a Lesson Of Love

Suatu hari plato bertanya kepada
gurunya (socrates)..
"Apa itu cinta?"
"Bagaimana saya bisa
menemukannya?"
Gurunya menjawab..
"Ada ladang gandum yang luas
didepan sana, berjalanlah, tetapi
jangan mundur kembali, kemudian
ambillah satu buah ranting, jika
kamu
menemukan satu buah ranting
yang
kamu anggap paling
menakjubkan,
artinya kamu telah menemukan
cinta"
Plato kemudian berjalan, tidak
berapa
lama kemudian dia kembali tanpa
membawa satu ranting pun,
kemudian
gurunya bertanya..
"Mengapa kamu tidak membawa
satu
ranting pun?"
Plato menjawab..
"Aku hanya boleh membawa satu
saja
dan saat berjalan tidak boleh
mundur
kembali (berbalik). Sebenarnya
aku
telah menemukan yang paling
menakjubkan, tetapi aku tidak
tahu
apakah ada yang lebih
menakjubkan
lagi didepan sana, jadi ranting
tersebut tidak kuambil. Setelah
aku
melanjutkan perjalanan, baru aku
sadar bahwa ranting-ranting
yang
kutemukan kemudian tidak
sebagus
ranting yang tadi, jadi akhirnya
tidak
sebetang pun yang kuambil.
Gurunya menjawab..
"Itulah yang dimaksud dengan
cinta.
Cinta itu semakin dicari, semakin
tidak
ditemukan. Cinta ada didalam
lubuk
hati, ketika kita dapat menahan
keinginan dan harapan yang
lebih.
Ketika pengharapan dan
keinginan
yang berlebihan akan cinta, maka
yang
didapat adalah kehampaan. Tak
ada
satupun yang didapat serta tidak
dapat dimundurkan kembali.
Waktu
dan masa tidak dapat diputar
mundur.
Terima cinta apa adanya. Ketika
kamu
mencari yang terbaik diantara
pilihan
yang ada, maka kamu akan
mengurangi kesempatan untuk
mendapatkannya. Ketika
kesempurnaan yang ingin kamu
dapatkan maka sia-sialah
waktumu
untuk mendapatkan itu. Karena
kesempurnaan itu hampa adanya copy fr6 icha note

Tidak ada komentar:

Posting Komentar