Selasa, 26 Januari 2010

Ma fren say..

Maaf tidak akan merubah apa
yang telah terjadi.. Tapi
setidaknya memberi sedikit ruang
dihati untuk menerima
kenyataan..

Senin, 18 Januari 2010

Capture the dream

Makan hati?
Gondok?
Gak nyaman?
Ngerasa jadi orang lain?
Yeah.. Thatz rite!!
Bukannya gak bersyukur dengan yang dijalani skarang, TAPI Bukan ini yg diharapkan.. Sungguh diluar harapan dan impian..
"Lalu, sapa yang harus disalahkan?
Takdir?
Nasib yang tak berpihak?
Keadaan?
Come on,, childish banget tuh pikiran,, blajarlah untuk bijaksana dan lebih sabar dengan keadaan, yah seperti yang dilakukan skarang Berpura pura untuk bijaksana dan menikmati hidup" KASIAN!!

but I believe, Tuhan mungkin gak ngaseh apa yang aku minta, tapi InsyaALLAH Tuhan akan ngaseh apa yang aku butuhkan, Make sure!!

Someday i think...
Mimpi itu tak akan pernah pudar, cayoooo

Sabtu, 16 Januari 2010

Taken From Galaxi Kinanti ''Sekali Mencintai Sudah Itu Mati?''

Apa Kabar?
Bagaimana hidupmu? Kamu tau ,
hidupku semakin tidak mudah.
Takdir masih mencandaiku.
Apa yang kau lakukan
sebenarnya? Mengapa kau tetap
bergeming di kepalaku dan tak
hendak pergi?
Bukankan sudah kupersilahkan
padamu untuk terbang
mengawan?
Jujur, aku takut. Sepuluh tahun
atau dua puluh tahun ke depan
aku tak muda lagi. Apa yang alu
alami nanti?
Apakah tidak ada berubahan dan
dunia menjadi begitu
menyesakkan?
Sepuluh atau dua puluh tahun
lagi, apakah kamu tetap menjejali
otakku, seperti juga hamper
beberapa tahun terakhir ini?
Apa kabarmu hari ini?
Masihkah sendu matamu itu?
Aku tau kau takkan terganti.
Sekuat apa pun aura kedatangan
orang baru pada hidupku, kamu
akan selalu menang. Seperti
hamper beberaoa tahun ini.
Katakan padaku, bagaimana hidup
ini mesti kujalani?
Kau Tanya apakah aku lelah?
Ya, aku lelah.
Belakangan lebih-lebih.
Aku menua. Tidak lagi
menunggumu, tapi aku benar2
telah menua.
Aku semakin ketakutan karena
semakin jauh dari masa2 itu.
Semakin jauh dari waktu ketika
aku merasa memilikimu, meski aku
tak pernah memilikimu.
Sekarang, tanpa menyalahkan
janjimu, aku kehilangan semua
kata-katamu.
Bahwa aku selamanya bagimu.
Bahwa …kau mengembalikanku ke
masa itu.
Tidakkah ku penting bagimu?
Pernahkah kau memikirkan
sedang apa aku hari ini?
Sementara ketika kau mendatangi
mimpiku, aku menangis.
Aku merasakan kehadiranmu, saat
itu.
Aura hatimu, senyum surgamu,
bahkan setelah aku tak lagi
berharap untuk bertemu, aku
tetap menginginkan auramu.
Berharap kau mampir sejenak di
bunga tidurku. Sejenak saja, dan
itu sudah cukup membuatku
menangis.
Setelah dunia ini, kita tetap tak
akan menyatu.
Lalu, dimana aku bias
menemuimu? Semakin keras
merasa pernah memiliki, semakin
kerasa rasanya kehilangan.
Jadi, mana yang lebih baik?
Ini bukan tentangmu, melainkan
aku.
Kau tahu, tiba2 aku
mengkhawatirkan masa depanku.
Sesuatu yang dulu tidak pernah
kupikirkan.
Dimanakah kau pada masa
depanku?
Ketika kita semakin menua dan
lemah, dimanakah kau waktu itu?
Masikah kau memberikan
senyumanmu?
Tiba2 aku ketakutan dan
kehilangan pegangan. Kali
pertama setelah begitu jauh
langkah kakiku dan aku tak
pernah ragu akan berhenti. Tiba-
tiba, aku begini rapuh dan
berharap kamu disini, menatapku,
mengetahui aku, memahami apa
yang ada di benakku …hamper
beberapa tahun itu.
Masih berhakkah aku menemuimu,
meluruhkan segala resahku?
Mungkin sudah tidak lagi.
Atau, memang tidak pernah aku
memiliki hak untuk itu?
Yang pasti, aku begitu
merindukanmu, berkeinginan
untuk merengkuh tanganmu,
menangis di pelukmu.
Bisakah? Tentu saja tidak. Kau pun
pasti menolak.
Mungkin, ini waktuku untuk
melangkah lagi.
Entah untuk apa. Entah untuk
siapa. Yang pasti bukan buat
diriku.
Kau bawa pergi semua
kesempatanku untuk bahagia
sebenar-benarnya.
Aku menua dengan rasa yang
tersisa.
Mungkin, aku akan membaginya
kepada orang-orang.
Aku akan sisakan sedikit untuk
tetap mengingatmu.
Bukan mauku, tapi memang takdir
ini mengharuskan aku berbuat
begitu.
Kau harus kuat …auramu begitu
kuat.
Aku sangat rindu…sangat ingin
mendengar hangatmu suaramu,
Seperti dulu …
-

Jumat, 15 Januari 2010

Feeling Lonely

I hate diz feeling!!
kemana harus ku bagi perasaan ini??
Saat butuh pendengar, ternyata tak satupun yg ada.. Mereka sepertinya sibuk dengan kehidupan dan masalah masing2
Dan akupun hanya bisa tetawa dan berpikir "Inikah Arti Sahabat??"
atau jangan2 sebenarnya slama ini aku tak pernah memilikinya?? Lalu akupun Hanya mampu untuk tertawa.. sungguh sebuah ironi
Skarang bukan hanya beban pikiran ini yg memenuhi pikiranku, tapi juga mulai memikirkan mereka yg menurutku tak pernah ada untukku, tak pernah ada, yah tak pernah ada..

Berharaplah aku salah dengan perasaan ini, Mungkin aku yg terlalu banyak menuntut, dan terlalu berharap lebih ke mereka...


MUAAAAKKKK!!!!

Kamis, 14 Januari 2010

Sebuah Renungan

~ 03 Januari 2010 jam 19:21~
Sesungguhnya hitungan nafas telah
ditetapkan, hitungan detik telah
diperhitungkan.
Sebodoh bodohnya manusia adalah
yang diberi modal tapi tidak
digunakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah
yang diberi nafas tapi disia siakannya,
sebodoh bodohnya manusia adalah
yang diberi waktu tapi disia siakannya
Demi Allah, sesungguhnya semakin
dekat ujung kehidupan kita, Hisab
semakin nyata, dan sesungguhnya
Hisab Allah amatlah berat, Janganlah
sia siakan nafas kita, jangan sia siakan
waktu kita, Sesungguhnya Hanya
Allahlah tujuan kita. Perjalanan hidup
manusia, menempuh alam dunia
menghabiskan waktu, yang tiada lama.
Usia bertambah makin senja, tiada
terasa tak tersadar. Semakin dekatlah
kematian, akan menjelang tiba.
Sadarilah, usia amanah dari Ilahi
Sadarilah, ia pasti kan dimintai
Pertanggung jawabannya pada Ilahi
Sadarilah, jalani hidup ini penuh makna
Sadarilah, pastikan ia berarti diakhirat
yang abadi
Wahai Tuhanku, apa yang hamba
perbuat selama ini berupa perbuatan
perbuatan yang Paduka larang hamba
melakukannya, sedangka hamba
belum bertaubat dari padanya dan
Paduka tidak meridhainya dan tidak
melupakannya, dan Padukapun telah
menyayangi hamba setelah
Padukapun kuasa untuk menyiksa
hamba, kemudian Paduka menyeru
hamba untuk bertaubat setelah
hamba bermaksiat kepada Paduka.
Karena itu, hamba mohon ampunan
dari Paduka, maka ampunilah hamba
dengan Anugerah-Mu.
Dan apa yang telah hamba kerjakan
selama ini adalah berupa perbuatan
yang Paduka ridhai dan Paduka
janjikan pahala atasnya, Hamba mohon
pada-Mu wahai Tuhanku, Dzat Yang
Maha Mulia, yang memiliki Kebesaran
dan Kemuliaan, agar Paduka terima
amalan hamba dan jangan hendaknya
Paduka putuskan harapan hamba dari-
Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia.
Wahai Tuhanku, Paduka adalah Dzat
Yang Maha Kekal, dahulu dan Awal.
Hanya denga anugrah dan
kemurahan-Mu yang agung, telah
datang tahun kedepan usiaku. Di
tahun ini kami memohon
pemeliharaan-Mu dari Syetan,
kekasihnya dan balatentaranya, dan
kami memohon pertolongan-Mu atas
hawa nafsu yang mengajak kepada
kejelekan, dan kami memohon
kesibukan dengan perbuatan yang
dapat mendekatkan diri kami kepada-
Mu wahai Dzat yang memiliki
kebesaran dan kemuliaan.
Amiin ya robbal ‘alamiin.
~ copy from ~